Laman

Minggu, 11 November 2012

PERKEMBANGAN PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA



Bangsa Indonesia mengalami penderitaan akibat penjajahan mulai awal abad XVII sampai abat XX. Pada masa penjajahan bangsa. Indonesia telah berusaha sekuat tenaga untuk mengusir penjajah dan bercita-cita menjadi bangsa yang merdeka bebas dari penjajahan. Berbagai bentuk perlawanan terhadap penjajah yang dilakukan oleh para raja, bangsawan maupun tokoh masyarakat, dan tokoh agama dilakukan dengan cara mengangkat senjata Namun pada umumnya bentuk perlawanan semacam itu mengalami kegagalan.
Akibat kegagalan demi kegagalan itu, maka mulai awal abad XX lahir pemikiran untuk mengubah strategi perjuangan dari perjuangan yang dilakukan sebelumnya. Kemudian lahir sistem perjuangan baru yang dikenal dengan kebangkitan nasional. Dengan adanya pergantian strategi perjuangan dalam melawan penjajah akhirnya bangsa Indonesia berhasil mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa untuk mengusir penjajah. Salah satu bentuk perjuangan baru yakni melalui organisasi-organisasi modern, seperti Budi Utomo, Perhimpunan Indonesia, dan lainnya.

Latar belakang tumbuhnya kesadaran nasional:
Faktor intern:
  • Sejarah masa lalu
  • Penderitaan rakyat akibat penjajahan
  • Pengaruh perkembangan pendidikan barat di Indonesia
  • ELS, HIS, HBS, MULO, AMS, Kweekschoolen, Normal School
  • Pengaruh perkembangan pendidikan Islam  di Indonesia
  • Sekolah Adabiyah, Diniyah, dan Madrasah Diniyah Putri
  • Pengaruh perkembangan pendidikan kebangsaan di Indonesia
  • Taman Siswa (Ki Hajar-1922), Ksatrian School (Douwes Dekker-1924), INS Kayu Tanam (M. Syafei-1926)
  • Pengaruh kaum terpelajar dan profesional
  • Dominasi ekonomi kaum Cina di Indonesia
  • Peranan bahasa Melayu
  • Istilah INDONESIA sebagai identitas nasional
Faktor ekstern:
  • Kemenangan Jepang atas Rusia (1904 – 1905)
  • Partai Kongres India (Mahatma Gandhi) dengan garis perjuangan  Swadesi, Ahimsa, Satyagraha, Hartal
  • Filipina di bawah Jose Rizal, pergerakan Nasional Liga Filipina dan melakukan perlawanan tehadap SPanyol
  • Gerakan nasionalisme Cina, Cina menentang Dinasti Manchu (1644-1912) melalui pemberontakan Tai Ping dan Boxer
  • Gerakan Turki Muda, dipimpin Mustafa Kemal Pasha 1908 menuntut pembaharuan dan modernisasi disegala sektor kehidupan
Peran Persuratkabaran terhadap kesadaran nasional Indonesia
  • Bromartani (Surakarta)
  • Pewarta Surabaya, Penerbitan Betawi, Sinar Jawa, dan Slompret Melayu
  • Sinar Sumatra, Cahaya Sumatra, Perca Barat dan Pemberita Aceh)
  • Pewarta Borneo
  • Pewarta Manado
  • Medan Priyayi (Bandung)
  • Majalah nasional Putri Mardika
Perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia
  1. Masa Pembentukan 1908 – 1942 (Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij)
  2. Masa Non Kooperasi 1920 – 1930 (PKI, Perhimpunan Indonesia, dan Partai Nasional Indonesia)
  3. Masa moderat 1930 – 1942 (Parindra, Partindo, dan Gapi)
Organisasi-organisasi pergerakan nasional:
Budi Utomo
  • Berdiri 20 Mei 1908
  • Perintis: Dr. Wahidin Sudirohusodo
  • Ketua: Sutomo
  • Tujuan: mencapai kemajuan dan meningkatkan derajat serta martabat bangsa Indonesia
  • Program diarahkan pada bidang pendidikan dan kebudayaan
Sarekat Islam (SI)
  • Berdiri Tahun 1911 di Surakarta (SDI)
  • Pendiri Kiai Saman Hudi
  • 1912 diubah menjadi Sarekat Islam (SI)
  • Dipimpin oleh H.O.S. Cokro Aminoto
  • Tujuan: Memajukan kehidupan rakyat melalui perekonomian, membina persatuan dan memajukan umat Islam, mengangkat dan memajukan  derajay serta kecerdasan rakyat untuk menentang penindasan
  • 1921 pecah menjadi SI Putih dan SI Merah
Indische Partij (IP)
  • Berdiri 25 Desember 1912 di Bandung
  • Pendiri: Douwes Dekker (Dr. Setyabudi), Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat
  • Tujuan:
  • Mengembangkan rasa nasionalisme dan menciptakan rasa persatuan antar orang Indo dan Bumi Putera
  • Mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka
  • 4 Mei 1913 dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan pemimpinnya di buang ke negeri Belanda
Perhimpunan Indonesia
  • Pada awalnya bernama Indische Vereneeging
  • Tokoh: Iwa Kusuma Sumantri, M. Hatta, Nazir Pamuncak, Gunawan Mangunkusumo, Ai Sastroamidjoyo
  • 3 Februari 1925 diganti menjadi Perhimpunan Indonesia (PI)
  • Menerbitkan majalah Hindia Putra dan berganti menjadi Indonesia Merdeka
  • Kegiatan-kegiatan
  • Mengikuti kongres ke-6 Liga Demokrasi Internasional untuk Perdamaian 1926
  • Mengikuti kongres I Liga Penentang imperialisme dan Penindasan kolonialis 1927
  • Empat pokok ideologi (kesatuan nasional, solidaritas, nonkooperatif, dan swadaya)
Partai KomunisIndonesia (PKI)
  • Tahun 1914 berdiri ISDV (Indische Social Democraties The Vereeniging) di Semarang oleh Sneevelt dan Semaun
  • 23 Mei 1920 berubah menjadi PKI
  • Untuk mencari massaPKI melakukan inflitrasi ke SI
  • Tahun 1926 mengadakan pemberontakan di Banten, Jakarta dan Solo
  • 1927 mengadakan pemberontakan di Sumatera Barat
  • Dalam perjuangannya PKI bersifat keras dan radikal
Partai Nasional Indonesia (PNI)
  • Lahir di Bandung, 4 Juli 1927
  • Tokoh-tokoh PNI Ir. Soekarno, Mr. Sartono, Dr. Cipto Mangunkusumo
  • Trilogi perjuangan PNI; Kesadaran nasional, kemauan nasional dan perbuatan nasional
  • Prinsip: Selfhelp, nonkooperatif, dan marhaenisme
  • Mempunyai surat kabar bernama Pikiran Rakyat
  • Para pemimpin PNI Ir. Soekarno ditangkap  dan dihukum
  • KLB 25 April 1931 membubarkan PKI dan terbentuk  PNI baru (Hatta-Syahrir) dan Partindo (Mr. Sartono)
Pemufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI)
  • Lahir di Bandung, 17-18 Desember 1927 beranggotakan PSII, BU, PNI,Pasundan, Sumatranen Bond, Kaum Betawi, dan Kaum Studi Indonesia
  • Tujuan:
  • Menghindari perselisihan antar anggota
  • Menyatukan organisasi, arah, serta aksi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia
  • Pengembangan persatuan kebangsaan Indonesia
Partai Indonesia (Partindo)
  • Setelah PNI pecah berdiri Partindo oleh Sartono (1929)
  • Asas dan dasar perjuangan selfhelp dan nonkooperatif
  • Menerbitkan majalah bernama Persatuan Indonesia
  • 1932 Ir. Soekarno bergabung
  • Karena gerakannya yang radikal pemerntah melakukan pengawsan ketat sehingga sulit berkembang tahun 1936 Partindo bubar
Partai Indonesa Raya (Parindra)
  • Didirikan  tanggal 26 Desember  1935 di Solo oleh dr. Sutomo
  • Merupakan fusi dari BU dan PBI
  • Asas perjuangan insidental
  • Tokoh-tokoh M.H. Thamrin
  • Perjunangan di Volksraad
Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
  • Didirikan tanggal 24 Mei 1937 di Jakarta
  • Tokoh-tokoh: Sartono, Sanusi Pane, M. Yamin
  • Asas insidentil
  • Tujuan: mencapai Indonesia merdeka, memperkokoh ekonomi Indonesia, mengangkat kesejahteraan kaum buruh,memberi bantuan bagi kaum pengangguran
Gerakan Politik Indonesia (GAPI)
  • 21 Mei 1939 M.H. Thamrin membentuk GAPI
  • Alasan: kegagalan petisi Sutarjo (permohonan musyawarah antar wakil Indonesia dan Belanda), Kepentingan internasional akibat timbulnya fasis, sikap pemerintah yang kurang memperhatikan bangsa Indonesia
  • Tujuan: menuntut pemerintah Belanda agar Indonesia punya parlemen sendiri
Organisasi Keagamaan
1. Muhammadiyah
Berdiri 18 Nov 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta
Tujuan: Mengajukan pengajaran berasaskan Islan dan memupuk keimanan anggotanya
2. Nahdlatul Ulama (NU)
Berdiri  31 Jan 1926 oleh K.H. Hasyim Asy’ari di Surabaya
Tujuan: Menegakkan syariat Islam  dan menganut haluan Ahlusunah wal jamaah dan melaksanakan berlakunya hukum Islam di masyarakat
3. Al Irsyad
Didirikan oleh keturunan Arab tahun 1914
Tokhnya Ahmad Sukarti
4. Pakempalan Politik Katolik Jawa
Berdiri tanggal 22  Feb 1922 dipimpin I.J. Kasimo
Perserikatan Kaum Kristen
Berdiri tahun 1929 dipimpin R.M. Noto Sutarsa
5. Nahdlatul Wathon
Berdiri tahun 1932 di Pacor, Lombok Timur

Organisasi Pemuda dan Wanita
  • Tri Koro Dharmo: 7 Maret 1915 di Jakarta berdiri organisasi Tri Koro Darmo oleh dr. Satiman Wirjosandjojo, kadarman, dan Sunardi. Anggotanya berasal dari sekolah menengah di Jawa dan Madura. Tujuan: menghidupkan persatuan dan kesatuan pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali dan Lombok serta Kerjasama dengan semua organisasi pemuda
  • kemudian muncul organisasi-organissi :Pasundan, Jong Batak, JongAmbon, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Timorees Bond, PPPI, Pemuda Indonesia, Jong Islamienten Bond, kepanduan , dll
  • Pergerakan wanita oleh R.A. Kartini dari Jepara
  • Putri Mardika
  • Kautaman Istri (Dewi Sartika)
  • 1914 di Yogyakarta berdiri Sopa Tresna
  • Aisyah
  • Wanito Utomo
  • 1917 di Minahasa berdiri Percintan Ibu Kepada Anak Temurunnya (PIKAT) oleh Maria Walanda Maramis
Peran Manipol 1925
Manipol 1925 merupakan penegasan dari sikap perjuangan Perhimpunan Indonesia “Kemerdekaan penuh bagi Indonesia hanya dapat dicapai dengan aksi bersama oleh seluruh kaum nasionalis atau pejuang Indonesia atau kekuatan sendiri

Kongres Pemuda
Kongres Pemuda I 30 April – 2 Mei 1926 di Jakarta dihadiri Jong Java, Jong Sumatranen Bond, dan Jong Islamieten Bond.
Disepakati menciptakan persatuan para pemudaIndonesia
Kongres Pemuda II 26 – 28 Okt 1928 di Jakarta
Tujuan menyatukan gerakan Pemuda di seluruh Indonesia
28 Oktober dibacakan Ikrar Sumpah Pemuda
Tokoh: M. Yamin 

Kongres Perempuan Indonesia
  • Kongres Perempuan  I 22 – 25 Desember 1928 di Yogyakarta
    • Hasil KPI I
      • Mendirikan  Perikatan Perempuan Indonesia
      • Menyusun pengurus dengan ketua Ny. R.A. Sukonto
      • Menyelenggarakan penerbitan, memberi beasiswa dan mencegah perkawinan anak
  • KPI II 20 – 24Juli 1935 di Jakarta
  • KPI III 23 – 28 Juli 1938 di Bandung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar